Pernahkah engkau memikirkan tentang kemarin?
Kemarin yang terlupakan dan dilupakan
Kemarin yang diingat dan dikenangkan
Kemarin saat kau terjatuh dan menangis
Kemarin saat kau mencinta dan memuja
Akankah ada hari ini tanpa kemarin?
Kemarin adalah saat aku bertemu denganmu, pertemuan yang pantas untuk dikenang.
Kemarin adalah saat aku membisikkan namamu
Kemarin adalah saat aku menggenggam tanganmu
Kemarin adalah saat aku berbicara tentang masa depan denganmu
Kemarin adalah saat-saatku denganmu
Tapi,
Kemarin adalah saat kau memalingkan muka dariku
Kemarin adalah saat kau menorehkan luka dihatiku
Kemarin adalah saat kau membuang masa depanku denganmu
Kemarin adalah saat kau berlalu, perpisahan yang takkan pernah terlupakan
Apakah kemarin yang membentuk hari ini?
Wednesday, October 27, 2010
Tuesday, August 31, 2010
Rasaku
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin kutanyakan kepadamu, kekasih.
Tentang surat yang terselip di agenda kerjamu.
Tentang beberapa helai rambut yang ada di kemejamu
Tentang beberapa jam yang kau habiskan di waktu kerjamu
Ah,
Betapa kalutnya perasaanku saat ini, kekasih.
Betapa inginnya ku ta memercayai keadaanku
Betapa kerasnya aku menolak berhadapan dengan fakta
Betapa seringnya ku tenggelamkan diriku dalam perasaan cintaku
Perasaan cintaku kepadamu
Yang selalu kupelihara sejak saat kau tanamkan
Yang senantiasa ku sirami hingga bertumbuh dan mengakar
Yang tak mungkin lagi ditumbangkan oleh badai
Namun kekasih,
Dimatamu, tak ada lagi sorot mendamba
Dimatamu, tak lagi memancarkan cinta
Dimatamu, tak ada lagi aku
Walau bibirmu masih mengumbar rasa
Kekasih,
Mungkin bila kau tak sanggup berbicara
Cukup akulah yang merasa
Biarlah aku berada disini sementara
Biarlah sunyi yang menjadi tempatku bertanya
Cukuplah kurasai bibirmu tanpa harus kutatap matamu..
Subscribe to:
Posts (Atom)